Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Anom melanjutkan studi di Universitas Diponegoro dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1996. Keinginannya untuk memperdalam ilmu manajemen membawanya menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran, yang diselesaikan pada 2005.
Sebelum terjun ke dunia politik, Anom dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor korporasi. Ia pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya Realty.
Pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Pemalang 2024, Anom maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 278.043 suara atau setara 44,51 persen dari total suara sah. Kemenangan itu mengantarkan Anom Widiyantoro dan Nurkholes memimpin Kabupaten Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030.
Bupati Pemalang Kedua yang Terjaring OTT KPK
Anom Widiyantoro bukanlah satu-satunya Bupati Pemalang yang berurusan dengan KPK. Sebelumnya, KPK pernah mentersangkakan Mukti Agung Wibowo, Bupati Pemalang periode 2021-2022. Mukti Agung juga terjaring OTT KPK dan ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2022.
Ia terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pemalang.
Atas perbuatannya, Mukti Agung Wibowo divonis pidana 6 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 300 juta. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 4,9 miliar.
Artikel Terkait
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap KPK dalam OTT, Uang dan Ruangan Disita
Amnesty International Kritik Hukuman Mati China, Beijing Bantah Keras: Data Spekulatif dan Bias Politik
Polisi Akan Ekshumasi Makam Sutrimo, Misteri Kematian Pria di Kebayoran Baru Masih Jadi Teka-Teki
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat, Polisi Tetapkan 3 Tersangka