Zulkifli menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Negara harus hadir melalui kebijakan yang menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional dan memberikan insentif agar petani tetap tertarik menanam komoditas pangan.
Ia juga menyoroti perhatian besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan. Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri untuk menekan ketergantungan impor. Menurutnya, swasembada pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa. Zulkifli berharap kebijakan ini mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih menguntungkan bagi petani, sehingga produksi pangan nasional meningkat dan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri