Kontroversi Makalah Nobel Perdamaian Prabowo: Jejak Prompt AI 93% dan Pencatutan Nama Terungkap

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:25 WIB
Kontroversi Makalah Nobel Perdamaian Prabowo: Jejak Prompt AI 93% dan Pencatutan Nama Terungkap

Kontroversi Makalah Nobel Perdamaian Prabowo: Jejak AI dan Pencatutan Nama Terungkap

MULTAQOMEDIA.COM - Dunia akademik dan publik Indonesia digemparkan oleh beredarnya sebuah makalah ilmiah setebal 69 halaman yang mengaitkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan usulan Nobel Peace Prize 2026. Yang menjadi sorotan utama adalah pencantuman nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis pertama dalam dokumen tersebut. Makalah berjudul "Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency: Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth" ini diunggah di platform Social Science Research Network (SSRN) pada 31 Maret 2026.

Makalah Nobel Perdamaian dan Keterlibatan Presiden Prabowo

Dalam dokumen yang menjadi perbincangan hangat ini, nama Prabowo Subianto tercantum dengan afiliasi Presiden Republik Indonesia. Selain itu, terdapat sejumlah nama akademisi dan pihak terkait lainnya yang turut serta dalam kepenulisan. Isi makalah tersebut membahas secara mendalam tentang program MBG sebagai upaya strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta kontribusinya terhadap perdamaian dunia.

Beredar Jejak Prompt AI dalam Dokumen

Kontroversi langsung memuncak ketika publik menemukan indikasi kuat adanya sisa prompt AI yang diduga belum dihapus dari badan dokumen. Frasa seperti "One-Sentence Nobel Interpretation (optional, very strong)" menjadi bukti yang menunjukkan jejak perintah ke kecerdasan buatan. Hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi AI menunjukkan tingkat deteksi yang mencengangkan, mencapai 93 persen. Banyak pihak juga menyoroti gaya bahasa dan ilustrasi yang sangat kental dengan ciri khas AI.

Pemerintah Bergerak Cepat: Investigasi Pencatutan Nama


Halaman:

Komentar