Kemhan Buka Suara soal Kapal Pesiar Mewah Berlogo Kementerian: Bukan Aset Negara, Ternyata Ini Fungsinya untuk Program Ketahanan Pangan

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Kemhan Buka Suara soal Kapal Pesiar Mewah Berlogo Kementerian: Bukan Aset Negara, Ternyata Ini Fungsinya untuk Program Ketahanan Pangan

Kapal mewah yang dimaksud adalah J7 Explorer, sebuah kapal pesiar yang dibangun di Batam dan selesai pada tahun 2022. Kapal berbobot 8.076 GT ini dilengkapi dengan 25 kabin yang mampu menampung sekitar 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.

Kapal J7 Explorer merupakan milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam. Kapal ini berperan sebagai "kapal induk" atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat menjadikan keberadaan J7 Explorer sangat krusial. Kapal ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara bagi para tenaga ahli, sekaligus menjadi titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.


Halaman:

Komentar