Ancaman ketahanan pangan pun membayangi masyarakat NTT. Satu unit gudang penyimpanan Bulog dilaporkan rusak akibat gempa, sehingga berpotensi mengganggu stok cadangan beras untuk wilayah terdampak.
BNPB Rilis Daftar Kebutuhan Mendesak untuk Pengungsi
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa kaji cepat telah dilakukan. Prioritas utama saat ini adalah memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di Kabupaten Manggarai yang jumlahnya terus bertambah.
"Sejumlah kebutuhan mendesak yang diprioritaskan antara lain 30 ton beras, obat-obatan, 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda pleton, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket alat dapur, 12 tandon air bersih kapasitas 2.200 liter, 10 unit genset 5 KVA, serta alat komunikasi handy talky dan senter," urai Berton, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Upaya Percepatan Penanganan Darurat
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama jajaran TNI, Polri, dan instansi teknis terkait tengah bekerja ekstra keras untuk mempercepat penyaluran bantuan. Fokus utama adalah pemulihan jaringan listrik dan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor guna menembus titik-titik isolasi pengungsian.
Korban Jiwa dan Data Terkini Gempa NTT
Gempa magnitudo 7,7 ini terjadi pada pukul 04.58 WIB dan diikuti oleh serangkaian gempa susulan. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 warga dikonfirmasi meninggal dunia akibat peristiwa ini. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri