Selain pengibaran bendera raksasa, rasa bangga TNI juga tercermin dari berbagai atraksi militer yang memeriahkan rangkaian upacara kemerdekaan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah formasi penerbangan empat pesawat jet tempur Dassault Rafale yang merupakan pesawat buatan Prancis.
Prasetyo menilai atraksi tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pasalnya, pengibaran bendera raksasa melibatkan para prajurit TNI yang harus melakukan aksi terjun payung dari ketinggian dengan tingkat risiko yang sangat tinggi.
"Menerbangkan pesawat tempur Rafale dengan formasi empat pesawat, dan keempat pilotnya adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia. Menurut kami, inilah hal yang jauh lebih penting karena pencapaian tersebut bukan sesuatu yang mudah," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo juga menyoroti pentingnya penguatan alutsista mengingat kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api (ring of fire). Menurutnya, kemampuan dan perlengkapan militer TNI tidak hanya berfungsi untuk pertahanan negara, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu percepatan penanganan bencana alam di berbagai daerah.
"Dalam waktu singkat, kita mampu mengirimkan logistik bantuan yang telah digunakan mulai dari penanganan bencana di Sumatra hingga kejadian terbaru di NTT," pungkasnya.
Artikel Terkait
Sopir Alphard Pukul Motor Ojol di Jaksel Viral, Akhirnya Damai dan Selesai Secara Kekeluargaan
Febrie Adriansyah Minta Aset Sitaan Dikembalikan: Uang Miliaran dan Emas 74 Kg Jadi Sorotan MAKI
7 Tanda Oli Mobil Wajib Ganti Sebelum Mesin Rusak Total
Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Dalil Dinilai Tak Relevan dan Masuk Ranah Pokok Perkara