Dedi menyoroti fenomena warga yang terpaksa berutang melalui pinjaman online hingga bank keliling demi membiayai kegiatan sekolah anaknya. Karena itu, ia menekankan bahwa sekolah seharusnya tidak menjadi sumber tekanan finansial bagi orang tua.
Selain itu, Dedi juga tengah menyusun langkah untuk menekan pengeluaran harian wali murid, khususnya untuk kebutuhan jajan anak di sekolah.
"Nah, bagaimana yang miskin? Yang Rp15 ribu itu uangnya harus ditekan, misalnya dengan pola makan bergizi gratis (MBG), atau bawa bekal dari rumah kalau MBG belum tersedia. Jadi uang jajannya bisa ditabung," kata Dedi.
Dedi menegaskan bahwa efisiensi dari hal-hal kecil saat masa sekolah bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Salah satunya adalah membantu orang tua menabung untuk membeli rumah.
"Jadi dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang Jawa Barat bisa punya tempat tinggal sendiri," demikian Dedi dikutip dari RMOLJabar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?