Ahmad meminta penyidik untuk menunjukkan ijazah SMA dan S1 Jokowi yang saat ini disita untuk diuji laboratorium forensik.
"Nanti kami akan lihat, apakah saksi-saksi sebelum diperiksa ditunjukan sebuah dokumen ijazah S1 dan SMA milik Jokowi lalu ditanyakan apakah pernah melihat ijazah ini. Dari situ kita bisa meyakini bahwa memang ijazah itu disita," katanya.
Pada hari ini, Ahmad Khozinudin mendampingi tiga saksi yang dipanggil terkait kasus tudingan ijazah palsu. Mereka adalah aktivis Yulia Widia Ningsih dan Rahmat Hirman, lalu kreator konten Sunarto.
Sebelumnya, Jokowi kembali mengungkapkan kecurigaannya terhadap agenda besar di balik polemik dugaan ijazah palsu. Dia menyebut, ada orang besar di balik polemik ijazah palsu tersebut.
Termasuk, kata dia upaya pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulungnya.
"Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya ada orang besar, ada yang mem-back up," kata Jokowi di kediamannya, Jumat (25/7/2025).
Siapa sosok yang dimaksud, dia enggan menyebutkan. "Semua sudah tahu lah," katanya.
Sumber: inews
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?