"Kalau infak sedekah itu di kotak amal itu, saya tidak tahu. Ada yang ngasih Rp5.000, Rp2.000 kok buktinya dibuka itu," ungkapnya.
Umi Cinta juga membantah bahwa acara keagamaan itu digelar secara tertutup. Menurutnya, kegiatan digelar ditutup karena di kediamannya ada pendingin ruangan.
"Tertutup bukan kegiatannya yang tertutup, bukan ajarannya yang tertutup, tapi rumah saya ditutup karena ada AC-nya," ungkap dia.
Ia juga membantah kerap mencampurkan jemaah haji antara laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan. Ia menegaskan selalu menerapkan pembatas antara perempuan dan laki-laki.
"Itu ada pembatasnya. Yang mengaji di rumah saya satu keluarga. Kalau ada laki-laki, itu suaminya. Yang perempuan, itu istrinya. Kalau ada yang remaja, itu ada anaknya," ungkap Umi Cinta
Sumber: inews
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?