"Tujuannya agar tidak ada lagi kelompok rentan yang mengalami pelecehan seksual atau sejenisnya," ujarnya.
Solusi mendesak yang diajukan adalah adanya pemisahan tempat tinggal yang jelas antara perempuan, anak-anak, dan lansia dengan laki-laki di area pengungsian. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko pelecehan.
Solusi Konkrit untuk Keamanan dan Privasi
Veronica juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk meningkatkan keamanan, seperti:
- Pintu kamar mandi, cuci, kakus (MCK) harus dapat dikunci dari dalam.
- Memberikan perhatian khusus dan ruang privat bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
- Pemangku kepentingan harus lebih peka terhadap isu gender dalam penanganan bencana.
"Jadi harus ada pemisah supaya jangan sampai terlihat sesuatu yang tidak seharusnya terlihat di tenda pengungsian," tegasnya.
Veronica berharap solusi-solusi pencegahan ini dapat segera diimplementasikan di provinsi-provinsi yang terdampak banjir, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Polisi di Asahan Tabrak 4 Motor dan Kabur, Viral Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh: Klarifikasi dan Fakta Lengkap
Ayah Prada Lucky Ditangkap TNI: Kronologi Lengkap, Penyebab KDRT, dan Penjelasan Resmi
Istri di Konawe Dikhianati: Suami PPPK Nikahi Wanita Lain Usai SK, Langgar Kode Etik?