Kronologi Lengkap Penganiayaan di SPBU Cipinang
Salah satu korban, operator SPBU Lukmanul Hakim (19), menceritakan kronologi kejadian pada Minggu (22/2/2026) malam.
"Saya scan barcode supirnya, ternyata barcode-nya beda dengan di mobil aslinya. Setelah diberitahu, pelaku malah marah-marah," jelas Lukman.
Pelaku kemudian mengintimidasi petugas. "Kalau dari oknum polisi dia bilang sendiri sih. Dia bilangnya kan pas kita barcode-nya beda dia bilang, 'Kamu tahu enggak ini barcode-nya Jenderal?'," ucap Lukman.
Meski petugas telah menjelaskan SOP, pelaku tetap emosi. Kekerasan pun terjadi. "Enggak lama staf saya didorong, dijedotin di mobilnya. Lalu langsung ditampar staf saya sama dia," lanjut Lukman menirukan kejadian.
Laporan ke Aparat Berwenang
Pihak SPBU telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polsek Pulogadung. "Tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB langsung melapor ke polsek. Tadi udah ke sini propam Polda Metro Jaya minta keterangannya terkait video tersebut," pungkas Mukhlisin.
Insiden ini menyoroti pentingnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap pekerja layanan publik yang hanya menjalankan prosedur standar operasional.
Artikel Terkait
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer
Pesawat Militer AS Terbang di Langit Padang, TNI AU Buka Suara Soal Misi Sebenarnya
Pesawat Militer AS Terdeteksi Terbang di Perairan Barat Padang, Sumatera Barat
Ibu Muda Tewas di Hotel Muara Enim, Mantan Kekasih Jadi Tersangka Pembunuhan