Adi menilai bahwa upaya PSI mengubah logo menjadi simbol gajah dinilai publik sebagai langkah mempertegas identitas partai sebagai pendukung setia Jokowi.
Dia menduga, warna dan simbol baru tersebut merupakan sinyal politik bahwa PSI mencoba menyasar pemilih Jokowi yang selama ini beririsan kuat dengan pemilih PDIP, partai yang dikenal dengan logo banteng moncong putih.
“Jangan-jangan pesan sebenarnya bahwa pemilih yang selama ini menjadi pemilih Jokowi dan beririsan dengan PDP coba ingin disasar dan direbut dengan adanya PSI memperkenalkan gajah sebagai simbol mereka," ungkap Adi.
Sejak 2014, basis pemilih Jokowi memang diketahui memiliki kedekatan kuat dengan PDIP. Adi melihat strategi PSI ini sangat mungkin dilakukan untuk memperluas jangkauan elektoral, terutama menjelang kontestasi politik mendatang
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI