Adi menilai bahwa upaya PSI mengubah logo menjadi simbol gajah dinilai publik sebagai langkah mempertegas identitas partai sebagai pendukung setia Jokowi.
Dia menduga, warna dan simbol baru tersebut merupakan sinyal politik bahwa PSI mencoba menyasar pemilih Jokowi yang selama ini beririsan kuat dengan pemilih PDIP, partai yang dikenal dengan logo banteng moncong putih.
“Jangan-jangan pesan sebenarnya bahwa pemilih yang selama ini menjadi pemilih Jokowi dan beririsan dengan PDP coba ingin disasar dan direbut dengan adanya PSI memperkenalkan gajah sebagai simbol mereka," ungkap Adi.
Sejak 2014, basis pemilih Jokowi memang diketahui memiliki kedekatan kuat dengan PDIP. Adi melihat strategi PSI ini sangat mungkin dilakukan untuk memperluas jangkauan elektoral, terutama menjelang kontestasi politik mendatang
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia