Sejak tahun 1998, Sudarsono sudah menjadi bagian dari anggota PDIP.
Kala itu, ia sempat menjadi ketua PDIP di lingkup kecamatan sampai dengan tahun 2005.
Setelah itu, Sudarsono menjadi pengurus tetap partai PDIP.
Di PDIP, Sudarsono sempat menduduki posisi jabatan sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi PDIP DPC Kabupaten Pemalang.
Namun, pada Januari 2025, Sudarsono dipecat dari partai berlambang banteng itu dengan SK yang ada.
Setelah dipecat, kini Sudarsono bergabung dengan partai besutan anak Jokowi, yakni PSI.
Ia mengaku telah aktif menjadi kader PSI.
Sudarsono pernah menyambangi Gedung KPK pada Senin (17/2/2025), untuk menyerahkan karangan bunga dan bersujud syukur soal ditolaknya gugatan praperadilan dari Hasto Kristiyanto terkait penetapan tersangka dalam kasus dugaan suap Harun Masiku.
Dalam karangan bunga itu bertuliskan "Mendukung KPK Segera Proses Hukum Hasto Kristiyanto".
"Pada kesempatan hari ini saya datang ke Kantor KPK, saya ingin sujud syukur di depan Kantor KPK ini atas ditolaknya praperadilan yang kemarin diajukan oleh Hasto," kata Sudarsono, Senin (17/2/2025).
Sudarsono mengaku dipecat oleh Hasto lantaran mengkritik sekjen PDIP itu melalui sejumlah media massa.
"Saya dipecat HK (Hasto Kristiyanto) per Januari kemarin. Karena selama ini saya pernah menyampaikan bahwa memang selama ini saya mengkritisi saudara Hasto," ujar Sudarsono
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI