Guna mengakhiri rudapaksa tersebut, Sudirman menyerukan kepada kaum muda untuk mengambil api perjuangan Sumpah Pemuda 1928 yang berhasil membangun konsolidasi pergerakan pemuda yang terbelah, jadi bersatu untuk Indonesia.
“Belum pernah ada satu penguasa pun yang berhasil mempersatukan Indonesia kecuali kaum tahun 1928 itu, jong-jong itu. Sumpah Pemuda menciptakan persatuan Indonesia sebelum pemerintah Indonesia mengusahakan persatuan," kata Sudirman.
Menurut Sudirman, karakter kejuangan kawula muda 1928, yakni Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes, dan lain-lain, masih sangat relevan untuk zaman sekarang. Mereka, katanya, memiliki empat karakter utama: tabah dalam menghadapi tekanan, berjamaah dalam kejujuran dan kompetensi, manunggal dengan rakyat, dan menjaga integritas melalui rekam-jejak kebaikan.
Maka, pandangan progresif mayoritas orang muda itu jika bisa dikonsolidasikan dengan sungguh-sungguh, akan menjadi energi untuk memperbaiki bangsa dan mengembalikan kepemimpinan moral.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Pertemuan Jokowi dengan Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis: Analisis Dampak Politik Menuju Pilpres 2029
SBY Usul Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia 3 Makin Nyata?
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2029, Target Jadi Partai Politik di 2026
Kasus Ijazah Palsu Jokowi 2026: Sidang, Fakta Hukum, & Perubahan Sikap Eggi Sudjana