Alhasil, perjalanan riset kuliah untuk mendapatkan gelar ijazah doktoral harus tertunda, hingga membuat dirinya memutuskan mundur dari pendidikannya.
"Maka saya kemudian di tahun 2017 itu saya memutuskan untuk exit dari program profesional doktorit di Glasgow Caledonian University tentu dengan apa karena saya sudah mencapai 180 kredit," katanya.
Meski begitu, Arsul masih bertekad ingin merampungkan pendidikan doktornya dan kembali mencari universitas. Kemudian, Arsul memilih melanjutkan pendidikan doktornya di Collegium Humanum/Warsaw Management University pada 2020.
"Saya mendaftar sebagai mahasiswa program transfer doktor karena saya hanya mau itu saya tidak mau ngulang dari nol. Maka karena ini skemanya adalah program transfer doktoral ya maka apa yang sudah saya capai ya di Glasgow Caledonian University itu kemudian diakui diterima," ucap Arsul.
Kemudian, Arsul menulis disertasi dengan mengangkat judul 'Re-examining the Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counter Terrorism Legal Policy'.
Pada intinya, Hakim MK itu menegaskan, penelitian yang ditulisnya dengan komprehensif termasuk adanya wawancara dari kepala lembaga yang berkaitan dengan terorisme dan Hak Asasi Manusia (HAM).
"Silakan di cek saja dengan beliau-beliau itu saya benar-benar melakukan wawancara atau tidak," katanya
Sumber: inews
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq