Prabowo menambahkan, dengan bertemu langsung kepala daerah seperti gubernur, pemerintah pusat dapat lebih cepat memahami kebutuhan konkret di lapangan. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar laporan.
Pemimpin Harus Siap Dikritik dan Difitnah
Lebih jauh, Presiden mengingatkan para menteri, kepala badan, hingga gubernur bahwa konsekuensi menjadi pemimpin adalah kesiapan menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah.
"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat," tandasnya.
Pemerintahan Prabowo: Bukti Nyata di Lapangan adalah Kunci
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pendekatan kerja pemerintahannya bertumpu pada pembuktian nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan atau opini.
"Saya percaya dengan bukti, evidence-based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti," pungkas Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia