Prabowo menambahkan, dengan bertemu langsung kepala daerah seperti gubernur, pemerintah pusat dapat lebih cepat memahami kebutuhan konkret di lapangan. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar laporan.
Pemimpin Harus Siap Dikritik dan Difitnah
Lebih jauh, Presiden mengingatkan para menteri, kepala badan, hingga gubernur bahwa konsekuensi menjadi pemimpin adalah kesiapan menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah.
"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat," tandasnya.
Pemerintahan Prabowo: Bukti Nyata di Lapangan adalah Kunci
Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pendekatan kerja pemerintahannya bertumpu pada pembuktian nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan atau opini.
"Saya percaya dengan bukti, evidence-based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti," pungkas Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Pemuda Katolik Kritik Klarifikasi Berulang Jusuf Kalla Soal Laporan Penistaan Agama UGM
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini