Kajian Online Minta Maaf ke SBY & Demokrat: Konten Ditarik dan Direvisi

- Senin, 05 Januari 2026 | 10:25 WIB
Kajian Online Minta Maaf ke SBY & Demokrat: Konten Ditarik dan Direvisi

Ia juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas konten di masa depan. "Saya berjanji akan memperbaiki setiap konten secara lebih profesional dan lebih netral ke depannya," tegasnya.

Tidak Ada Larangan, Tapi Penekanan pada Netralitas

Pengelola menyatakan tidak ada larangan untuk membahas kasus seperti dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi yang melibatkan Roy Suryo. Namun, pihaknya diminta untuk mengedepankan kaidah jurnalistik, bersikap netral, dan mengurangi narasi spekulatif yang sering ditemui di konten YouTube.

Latar Belakang Somasi Partai Demokrat

Permintaan maaf ini muncul setelah Partai Demokrat sebelumnya melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial. Somasi ditujukan kepada akun-akun yang dinilai menyebarkan narasi bahwa SBY berada di belakang isu ijazah palsu Jokowi.

Dalam somasinya, Demokrat menyebut konten-konten tersebut sebagai pemberitaan bohong atau fitnah yang menyesatkan publik dan merugikan nama baik partai serta pimpinannya. Somasi tersebut menyertakan ancaman pasal-pasal hukum pidana dan UU ITE.


Halaman:

Komentar