Analisis Kontroversi Mens Rea Pandji: Dari Kekesalan Komika Hingga Narasi Antek Asing
Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menilai kegaduhan seputar pertunjukan stand up comedy "Mens Rea" milik Pandji Pragiwaksono telah berkembang liar. Kontroversi ini bahkan memunculkan berbagai tudingan ekstrem, termasuk narasi tentang "antek asing".
Keresahan sebagai Bahan Baku Komedi
Menurut Hensat, akar kegaduhan ini sederhana: ekspresi kekesalan Pandji yang dituangkan dalam materi komedi. Ia menjelaskan bahwa keresahan memang sering menjadi bahan utama para komika dalam berkarya.
"Dalam situasi yang kita anggap cair, itu memang forumnya kita untuk bercanda. Tapi intinya, Pandji sedang kesal dan menumpahkan kekesalannya. Karena setahu saya, komika itu bahannya dari keresahan," ujar Hensat dalam kanal YouTube-nya, Kamis, 15 Januari 2026.
Titik Sorotan: Kaitannya dengan Wakil Presiden Gibran
Hensat menambahkan, sebagian besar keresahan yang diungkapkan Pandji dalam Mens Rea banyak dikaitkan dengan sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal inilah yang memicu reaksi keras dari sebagian publik.
Ia mengingatkan bahwa menonton stand up comedy pada dasarnya adalah pilihan sadar untuk mencari hiburan. "Pada saat memutuskan nonton stand up comedy, ya memang ingin ketawa. Jadi kalau marah, ya nggak usah ditonton lagi," tegasnya.
Artikel Terkait
Strategi PDIP 2029: Analisis Posisi Penyeimbang & Peluang Koalisi dengan Prabowo
Jokowi Pasca Lengser: Analisis Isu Nasional & Tanggapan Warganet Terkini
Pertemuan Eggi Sudjana dan Jokowi di Solo: Damai Hari Lubis Bantah Isu Permintaan Maaf
AHY Ungguli Gibran & Anies: Elektabilitas Cawapres 2029 Tertinggi Versi Survei Terbaru