Meski percaya bahwa perang masih bisa dicegah, SBY menegaskan bahwa ruang dan waktu untuk tindakan pencegahan semakin menyempit dari hari ke hari. Ia mengingatkan bahwa sejarah sering mencatat kegagalan dunia dalam mengambil langkah nyata meski tanda-tanda bahaya sudah jelas.
Seruan untuk Tindakan Nyata dan Peran PBB
SBY menekankan bahwa doa dan harapan saja tidak cukup tanpa diikuti upaya konkret. Mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein, ia menyatakan kehancuran sering terjadi karena orang-orang baik memilih untuk diam.
Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Umum Darurat (Emergency UN General Assembly). Sidang yang mempertemukan para pemimpin dunia ini harus fokus pada langkah-langkah nyata untuk mencegah krisis global dan potensi pecahnya perang dunia baru.
"Saya tahu, saat ini PBB boleh dikata tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan doing nothing," tegas SBY.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan optimis, "Ingat, if there is a will, there is a way," seraya berharap usulannya dapat memicu kesadaran dan kehendak kolektif bangsa-bangsa di dunia untuk menyelamatkan perdamaian global.
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI