"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet, tapi merupakan pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan kecenderungan Prabowo untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader Partai Gerindra dalam menjalankan pemerintahannya.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian politik Prabowo sebagai Presiden," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menandai dinamika politik awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan upayanya membentuk identitas kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
Isu Kerenggangan Prabowo dan Dasco: Dampak pada Pemerintahan 2026 dan Pintu Masuk Aktor Lama
Saiful Mujani Dituduh Makar, Aktivis: Seruan Jatuhkan Prabowo Picu Instabilitas Nasional
Harga BBM Tidak Naik! Kebijakan Prabowo Subianto Diapresiasi Saat Minyak Dunia Melonjak
Istana Abaikan Seruan Saiful Mujani, Prabowo Fokus Kerja Strategis