"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet, tapi merupakan pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan kecenderungan Prabowo untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader Partai Gerindra dalam menjalankan pemerintahannya.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian politik Prabowo sebagai Presiden," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menandai dinamika politik awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan upayanya membentuk identitas kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019