"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet, tapi merupakan pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan kecenderungan Prabowo untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader Partai Gerindra dalam menjalankan pemerintahannya.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian politik Prabowo sebagai Presiden," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menandai dinamika politik awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan upayanya membentuk identitas kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Menlu Sugiono Diganti, Isu Menko PMK Jadi Sorotan
Reshuffle Kabinet Prabowo 2025: Nama Kuat Juda Agung hingga Rotasi Menlu
Pembangunan Infrastruktur Jokowi: Masif Tapi Tidak Merata? Ini Kritik Dosen FISIP UI
Reshuffle Kabinet Prabowo 2024: Juda Agung Calon Wamenkeu, Sugiono ke Menko?