"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet, tapi merupakan pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan kecenderungan Prabowo untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader Partai Gerindra dalam menjalankan pemerintahannya.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian politik Prabowo sebagai Presiden," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menandai dinamika politik awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan upayanya membentuk identitas kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq