"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet, tapi merupakan pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tuturnya.
Lebih lanjut, Efriza menduga langkah ini juga menunjukkan kecenderungan Prabowo untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader Partai Gerindra dalam menjalankan pemerintahannya.
"Ini bisa dibaca sebagai bukti ketegasan dan kemandirian politik Prabowo sebagai Presiden," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu reshuffle kabinet ini terus menjadi sorotan, menandai dinamika politik awal pemerintahan Prabowo-Gibran dan upayanya membentuk identitas kepemimpinan yang berbeda.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia