Rocky Gerung memberikan contoh konkret terkait dinamika kasus ijazah Jokowi. Ia melihat adanya dua kubu yang saling berhadapan.
Di satu sisi, kelompok yang diwakili oleh Roy Suryo dinilai semakin gencar dan metodologis dalam upaya pembuktian akademik adanya indikasi kepalsuan.
"Kita melihat pembuktian-pembuktian yang dibuat oleh kelompok Roy Suryo makin lama makin terasa bahwa memang ada metodologi dalam pembuktian itu," tuturnya.
Respons Kubus Jokowi yang Andalkan Buzzer
Di sisi lain, Rocky Gerung mengkritik bentuk perlawanan dari kubu Jokowi. Menurut pengamatannya, respons yang diberikan justru lebih banyak mengandalkan kelompok buzzer di media sosial tanpa disertai argumentasi hukum yang kuat.
"Para buzzer Pak Jokowi hanya (bisa mengatakan) 'ya kami sudah melihat itu asli dan kami yakin 100 persen Pak Jokowi ijazahnya asli...'. Sementara Pak Jokowi justru ikut melaporkan (Roy Suryo CS)," pungkas Rocky Gerung.
Analisis ini menyoroti tekanan psikologis dan politik yang dihadapi Jokowi pasca-kepresidenan, di mana ketenangan hidupnya dikaitkan dengan penyelesaian berbagai kasus hukum yang masih menjadi perdebatan publik.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia