Rocky Gerung memberikan contoh konkret terkait dinamika kasus ijazah Jokowi. Ia melihat adanya dua kubu yang saling berhadapan.
Di satu sisi, kelompok yang diwakili oleh Roy Suryo dinilai semakin gencar dan metodologis dalam upaya pembuktian akademik adanya indikasi kepalsuan.
"Kita melihat pembuktian-pembuktian yang dibuat oleh kelompok Roy Suryo makin lama makin terasa bahwa memang ada metodologi dalam pembuktian itu," tuturnya.
Respons Kubus Jokowi yang Andalkan Buzzer
Di sisi lain, Rocky Gerung mengkritik bentuk perlawanan dari kubu Jokowi. Menurut pengamatannya, respons yang diberikan justru lebih banyak mengandalkan kelompok buzzer di media sosial tanpa disertai argumentasi hukum yang kuat.
"Para buzzer Pak Jokowi hanya (bisa mengatakan) 'ya kami sudah melihat itu asli dan kami yakin 100 persen Pak Jokowi ijazahnya asli...'. Sementara Pak Jokowi justru ikut melaporkan (Roy Suryo CS)," pungkas Rocky Gerung.
Analisis ini menyoroti tekanan psikologis dan politik yang dihadapi Jokowi pasca-kepresidenan, di mana ketenangan hidupnya dikaitkan dengan penyelesaian berbagai kasus hukum yang masih menjadi perdebatan publik.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019