Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Polemik Kata "Cangkem" ke Buya Anwar Abbas
Polemik antara Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan tokoh senior PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas, memicu sorotan publik. Muncul desakan keras dari aktivis Muhammadiyah agar Dahnil dicopot dari jabatannya akibat penggunaan kata yang dinilai kasar.
Kronologi Awal Kontroversi
Kontroversi ini berawal dari kritik Buya Anwar Abbas terhadap pengelolaan layanan haji, khususnya terkait sistem katering dan penunjukan perusahaan penyedia layanan bagi jamaah Indonesia. Anwar Abbas mengingatkan pemerintah agar tidak menyerahkan pelayanan ratusan ribu jamaah hanya kepada dua perusahaan.
Desakan Resmi Pencopotan Dahnil Anzar
Aktivis Muhammadiyah Jakarta, Farid Idris, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pencopotan Dahnil. Farid menilai Dahnil telah menggunakan bahasa yang tidak pantas untuk menjawab kritik sesepuh Muhammadiyah.
"Pejabat publik tidak boleh menggunakan bahasa pasar, apalagi kasar. Dahnil telah merendahkan marwah organisasi dan merusak citra pemerintah. Presiden perlu mempertimbangkan pencopotannya," tegas Farid.
Viralnya Kata "Cangkem" di Media Sosial
Desakan tersebut kian kuat setelah video dan kutipan pernyataan Dahnil menyebut kata "cangkem" dalam menanggapi Buya Anwar Abbas beredar luas di media sosial. Dahnil dinilai menyindir dan tidak menghormati kiai sepuh tersebut.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019