Jamiluddin menjelaskan, tindakan Jokowi ini dapat dilihat melalui teori dramaturgi. Di panggung depan, kerja keras Jokowi terlihat seperti murni untuk mendongkrak elektabilitas dan kekuatan PSI sebagai partai besar, yang disambut antusias oleh kader.
Namun, di panggung belakang, target sesungguhnya diduga adalah konsolidasi kekuatan dinasti politik. "Target sesungguhnya untuk memapankan Kaesang di PSI dan memastikan Gibran tetap menjadi wapres pada 2029, lalu mengantarkannya menjadi presiden pada 2034," ujar Jamiluddin.
PSI Sebagai Kendaraan Politik Dinasti?
Berdasarkan analisis ini, motivasi Jokowi membesarkan PSI bisa jadi hanya strategi untuk memperkuat posisi kedua anaknya dalam peta politik nasional. Jika rencana ini terwujud, dinasti politik keluarga Jokowi diprediksi akan semakin kuat dan berpengaruh.
"Janji kerja mati-matian Jokowi untuk membesarkan PSI bisa jadi hanya untuk memperkuat posisi kedua anaknya. Bila hal ini terwujud, maka dinasti politik Jokowi akan semakin kuat dan bersinar," pungkas Jamiluddin.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019