Rocky kemudian mempertanyakan besaran angka tersebut. "Harga buku itu berapa? Misal Rp10 ribu. Rp10 ribu itu berapa per mil dari Rp17 triliun yang disumbangkan?" tegasnya.
Menurut Rocky, aksi siswa tersebut menyampaikan pesan mendalam tentang kondisi kehidupan berbangsa yang dinilainya minim etos Republikanisme. "Dia memutuskan hidupnya dihentikan supaya hidup ibu dan kelima adiknya berlanjut, supaya publik mengerti ada yang tidak beres dengan urusan republik," pungkasnya.
Peristiwa tragis itu menimpa siswa berinisial YS, yang ditemukan gantung diri di pohon cengkeh di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, pada Kamis, 29 Januari 2026. Korban diketahui meninggalkan surat menyentuh hati untuk ibunya.
Artikel Terkait
Pemuda Katolik Kritik Klarifikasi Berulang Jusuf Kalla Soal Laporan Penistaan Agama UGM
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini