Prabowo Diminta Tuntut Erick Thohir Terkait Dugaan Penyimpangan Aset BUMN
Multaqomedia.com – Presiden Prabowo Subianto mendapat desakan untuk meminta pertanggungjawaban hukum kepada Erick Thohir. Desakan ini terkait dengan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan aset negara di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah), Abdul Razak Nasution, mendorong Presiden Prabowo untuk bersikap tegas terhadap Erick Thohir selaku mantan Menteri BUMN.
Razak menilai pernyataan terbuka Presiden Prabowo dalam Rakornas Kemendagri di Sentul, Jawa Barat, pada Senin (2 Februari 2026), merupakan sinyal kuat. Menurutnya, era pembiaran dan impunitas dalam tata kelola BUMN harus segera diakhiri.
“Kami mendukung penuh Presiden Prabowo. Pernyataan beliau sangat tegas dan jelas, pimpinan BUMN lama tidak boleh lepas tangan. Ini adalah keberanian politik yang ditunggu rakyat,” ujar Razak dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (3 Februari 2026).
Artikel Terkait
KNPI Kritik Ubedilah Badrun: Tuduhan Beban Bangsa Dinilai Menyesatkan Publik
Perebutan Kendali Partai NasDem 2026: Bisnis Surya Paloh Terancam, Masa Depan Partai Dipertaruhkan
Pemerintah Prabowo Diminta Tak Reaktif Tanggapi Usulan JK: Analisis dan Saran Kebijakan
Hasan Nasbi Kritik Keras Saiful Mujani: Ajakan Jatuhkan Pemerintah, Bukan Sekadar Dugaan