Mahfud MD mengaitkan fenomena ini dengan langkah terbaru Presiden Prabowo Subianto yang mengundang sejumlah tokoh kritis ke Istana. Menurut analisisnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesadaran atas ketidaksinkronan informasi yang terjadi. "Sering terjadi beda antara yang dilaporkan dengan data lapangan," ujarnya.
Dengan mendengarkan langsung dari para pengkritik dan pihak di luar lingkaran kekuasaan, Presiden dinilai berusaha mendapatkan gambaran yang lebih orisinal dan tanpa filter. "Presiden mau mendengar dari masyarakat yang orinil," tambah Mahfud.
Perubahan Pola Komunikasi Pemerintahan Dinilai Positif
Mahfud MD menyambut baik perkembangan ini dan menilainya sebagai kabar baik bagi publik. "Kita gembira bahwa akhirnya Pak Prabowo melakukan itu," ucapnya. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat perubahan pola komunikasi dalam pemerintahan, menuju transparansi yang lebih baik.
Poin utama yang ditekankan adalah kombinasi dari tiga hal: informasi yang tidak utuh, kesenjangan antara laporan dan fakta, serta upaya Presiden membuka ruang dialog langsung. Perubahan budaya seperti ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan kebijakan negara selaras dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ungkap Bukti Baru Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Kertas & Gelar Profesor di Skripsi UGM
Analisis Lengkap: Makna Tersembunyi Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode & Skenario 2029
Partai Demokrat Pilih Netral Strategis, Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tak Kenal Namanya?