Jokowi Dikritik Terkait Wacana Dua Periode Prabowo-Gibran
Multaqomedia.com - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mendapatkan kritik dari pengamat politik. Jokowi disarankan untuk menahan diri dan tidak mengumbar ambisi politik melalui wacana dua periode pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai Jokowi semestinya menaruh rasa hormat kepada partai-partai politik lain. Partai-partai tersebut saat ini memilih fokus mengawal jalannya pemerintahan dan program kerja Presiden Prabowo, alih-alih menggulirkan isu periode kedua terlalu dini.
“Jokowi seharusnya malu dengan ambisinya tersebut. Sebab, pemerintahan Prabowo belum berjalan dua tahun sudah mengumbar aurat ingin tetap berkuasa melalui anaknya,” tegas Jamiluddin seperti dikutip dari RMOL, Selasa 10 Februari 2026.
Jamiluddin menegaskan, Jokowi seharusnya tidak “memaksa” Prabowo untuk kembali memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping pada kontestasi politik berikutnya. Menurutnya, Prabowo perlu diberikan ruang sepenuhnya untuk menentukan calon wakil presiden berdasarkan kapasitas dan prestasi.
“Biarkan Prabowo memilih cawapresnya yang memang berprestasi. Dengan begitu, Jokowi sudah menanggalkan kepentingan pribadi dan keluarganya untuk memilih pemimpin di negeri tercinta,” pungkas Jamiluddin.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019