Susno juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyatakan tetap aktif mengikuti dinamika dan pergolakan isu yang terjadi di media sosial. Hal ini menunjukkan perhatiannya terhadap opini publik dan suara-suara kritis yang berkembang.
Cakupan Pembahasan Pertemuan yang Luas
Pertemuan di Kertanegara tersebut tidak hanya membahas soal oligarki dan ekonomi. Susno menyebutkan bahwa diskusi mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan keamanan, hingga isu-isu internasional.
"Kalau saya simpulkan masalah ideologi ada, politik, ekonomi, sosial budaya, termasuk pertambangan, pertahanan keamanan ada, termasuk masalah nasional dan internasional," kata Susno.
Konfirmasi dari Mensesneg dan Daftar Tokoh
Pertemuan ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Disebutkan bahwa pertemuan berlangsung pada Jumat (30/1/2026) malam dan dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro dan tentunya Susno Duadji sendiri.
Menurut Prasetyo, diskusi berkisar pada topik kepemiluan dan penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo terbuka untuk berdialog dan menerima masukan dari berbagai pihak untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Bapak presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program... yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat," tegas Prasetyo Hadi.
Prasetyo juga menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak hadir tokoh-tokoh politik praktis atau ketua umum partai politik.
Artikel Terkait
Pilpres 2029: Alasan Gerindra Yakin Prabowo Menang 2 Periode Tanpa Gibran
Kritik Jokowi Soal Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran: Analisis Lengkap
Peluang Gibran Rakabuming di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Berpotensi Usung?
Analisis Pencitraan Politik Jokowi: Rahasia Strategi yang Tak Tertandingi Menurut Pengamat