Efriza juga menyoroti penilaian publik terhadap kinerja Gibran Rakabuming Raka selama lebih dari setahun menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya, publik belum melihat prestasi kerja yang signifikan dan justru menganggapnya dapat menjadi beban bagi presiden.
"Gibran dinilai masyarakat tidak ada prestasi kerja sebagai wakil presiden, malah menjadi beban presiden," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini.
Dukungan untuk Prabowo Periode Kedua
Meski terdapat dorongan dari sejumlah partai politik untuk melanjutkan kepemimpinan Prabowo Subianto ke periode kedua, analisis ini menekankan bahwa pasangan yang dipilih akan menjadi kunci. Pasangan yang sama dianggap tidak menguntungkan.
"Kalau masih dengan Gibran tentu akan merugikan Prabowo," pungkas Efriza. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pilihan figur wakil presiden akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi Pilpres 2029.
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Temui 5 Konglomerat RI: Bahas Kolaborasi untuk Pembangunan Ekonomi
Amien Rais Ungkap Kegelisahan Jokowi: PSI Tetap Partai Gurem, Gibran Sulit Maju Pilpres 2029?
Amien Rais Sebut Kesehatan Jokowi Turun Pasca Jabatan, Ini Penyebabnya
Prabowo vs Oligarki: Susno Duadji Ungkap Pertemuan Rahasia Bahas Kedaulatan Negara