Menurut Rocky, kondisi ini terjadi karena struktur teknokratis lebih banyak dikuasai oleh para "dealer" atau pedagang kekuasaan, bukan oleh pemimpin sejati.
Waspadai Otoritarianisme yang Merangkak Naik
Rocky Gerung turut mengingatkan ancaman creeping authoritarianism atau otoritarianisme yang merangkak naik. Untuk melawannya, penguatan komunitas epistemik menjadi kunci untuk menjaga nalar publik tetap rasional.
"Mem-back up negeri ini dengan ide dan pikiran dimaksudkan untuk mengembalikan nalar publik menjadi grammar of the town. Itu pentingnya oposisi, itu pentingnya Jogja tetap kritis," tambahnya.
Demonstrasi sebagai Ekspresi Alamiah Pelajar
Rocky Gerung juga menanggapi keresahan pelajar mengenai ruang partisipasi. Ia berpendapat bahwa ketika kanal formal tidak berfungsi optimal, demonstrasi muncul sebagai bentuk ekspresi yang alamiah.
"Kalau universitas marah, kanalisasinya apa? Pasti demonstrasi. Jadi kalau pemerintah menganggap demonstrasi berbahaya, mereka sendiri yang menciptakan kondisi sehingga hanya demonstrasi yang bisa menjadi bentuk partisipasi generasi," pungkas Rocky Gerung.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq