Manuver lain yang mencolok adalah upaya mati-matian Jokowi untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam kontestasi politik, meski sebelumnya ia yang memasangkan Prabowo dengan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode kepemimpinan.
Menariknya, tidak satu pun dari manuver tersebut yang ditanggapi secara serius oleh Prabowo. Erizal mencontohkan, bahkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Ketua Umum Projo (organisasi relawan pendukung Jokowi) lebih memilih bergabung dengan Partai Gerindra daripada PSI.
"Lalu, apa pula yang perlu dikhawatirkan dari PSI?" tandas Erizal.
Kontras Aktivitas: Kunjungan Kerja vs Blusukan Politik
Perbedaan fokus kedua tokoh ini semakin terlihat jelas dalam aktivitas mereka. Saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja penting ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump, Jokowi justru sibuk melakukan blusukan ke Tegal dengan agenda memenangkan PSI.
Analisis ini menunjukkan peta dinamika politik Indonesia yang terus berkembang, di mana Prabowo Subianto tampak lebih memilih untuk fokus pada pemerintahan dan diplomasi internasional, sambil mengamati dengan tenang setiap pergerakan politik di dalam negeri.
Artikel Terkait
Pemuda Katolik Kritik Klarifikasi Berulang Jusuf Kalla Soal Laporan Penistaan Agama UGM
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini