Efriza melihat kemungkinan presidential threshold akan tetap dipertahankan, yang dapat menjadi penghalang bagi PSI untuk mengusung Gibran secara mandiri. Dengan basis kursi yang minim dan posisi tawar yang terbatas di antara partai lain, PSI dinilai akan kesulitan jika bertindak sendiri.
"Jika tanpa adanya koalisi strategis yang lebih besar, memungkinkan akan percuma mengusung Gibran, apalagi yang dilawan adalah petahana Presiden Prabowo yang populer dan elektabilitasnya menanjak," sambungnya.
Pentingnya Membangun Koalisi Strategis
Meski demikian, nilai tawar PSI di kancah politik nasional masih dianggap ada. Kunci sukses untuk menghadapi petahana terletak pada kemampuan membangun aliansi yang kuat.
"Oleh karena itu, skenario realistisnya, PSI harus mampu membangun aliansi, bukan mengandalkan kekuatan mandiri. PSI dan Jokowi juga perlu mengelola persepsi publik agar tidak terjadi kejenuhan," pungkas Efriza.
Kesimpulan: Jalur menuju Pilpres 2029 untuk Gibran Rakabuming Raka dan PSI penuh tantangan. Keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan membentuk koalisi strategis yang solid dan mengatasi dinamika elektoral yang kompleks.
Artikel Terkait
Partai Prima Tantang NasDem: Usulkan Parliamentary Threshold Naik 10% untuk Pemilu
Jokowi Diduga Enggan Akui Dosa Sejarah Revisi UU KPK 2019, Ini Kata Pengamat
Usulan PT 7% Dinilai Langgar Konstitusi: Bahaya bagi Demokrasi Indonesia
KSPI Tuding Perusahaan Pakai Modus Dirumahkan via WhatsApp untuk Hindari THR, Mie Sedaap Gresik Jadi Sorotan