"Pernyataan ia mendukung revisi UU KPK 2019 lama, juga tersurat akan refleksi dirinya yang menyadari kesalahannya karena telah melemahkan KPK dan tidak mendukung agenda reformasi pemberantasan KKN," ujar Efriza pada Selasa, 24 Februari 2026.
Lebih lanjut, pengamat politik ini meyakini bahwa Jokowi sedang 'bermain drama' dengan isu revisi UU KPK. Langkah ini diduga kuat merupakan strategi untuk mengejar kepentingan politiknya menuju Pemilu 2029. Jokowi dianggap berusaha membersihkan citra dengan cara melemparkan isu dan menyalahkan pihak lain.
Kecenderungan Melepas Tanggung Jawab
"Tetapi namanya juga Jokowi, ia enggan mengakui kesalahannya, maka pernyataannya malah menyalahkan atau mengkambinghitamkan DPR," tutur Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu.
Efriza menegaskan, pola ini menunjukkan kecenderungan Jokowi untuk melepas tanggung jawab politiknya di masa lalu. "Ini menunjukkan kecenderungan Jokowi melepas tanggung jawab politik dirinya di masa lalu, bersih-bersih dari dosanya," tegasnya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019