Rocky Gerung Minta Prabowo Urungkan Niat Mediasi ke Iran, Ini Alasannya
MULTAQOMEDIA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung meminta Presiden Prabowo Subianto mengurungkan niatnya untuk bertolak ke Teheran sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran. Permintaan ini disampaikan menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri RI tentang kesiapan Prabowo menjadi juru damai.
Rocky Gerung menilai langkah tersebut terlalu riskan bagi Indonesia. Hal ini tidak lepas dari posisi Indonesia yang telah bergabung dengan Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Dan kalau kita lihat untuk Presiden Prabowo berpikir ulang mungkin untuk pergi ke Iran karena terlalu riskan soal itu. Tapi proksi-proksinya juga bisa jalan, namun tetap kita mesti sedikit tahu diri bahwa Indonesia itu sudah dituduh sebagai agennya Amerika," kata Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Minggu malam, 1 Maret 2026.
Hambatan Kultural dan Komitmen Palestina
Rocky menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam BoP memunculkan pertanyaan dari banyak pihak mengenai komitmen nyata Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Hal ini menjadi hambatan kultural bagi Indonesia untuk diterima sepenuhnya oleh pihak-pihak yang memperjuangkan pembebasan Palestina.
"Artinya ada hambatan kultural untuk diterima di pengaruh yang menginginkan kepastian pembebasan Palestina itu, kepastian bahwa Palestina itu punya kemerdekaan," jelasnya.
Artikel Terkait
Try Sutrisno Meninggal Dunia: Wapres ke-6 RI Wafat di RSPAD, Profil & Karier Lengkap
PMI Perkuat Sampoerna: Pilar Strategis Global, Kontribusi Rp 204,1 Triliun untuk Ekonomi Indonesia
Mahasiswa Demo Tolak Impor 105 Ribu Mobil Pikap India, Tuntut Dirut Agrinas Dicopot
Perjanjian Dagang ART Disebut Timpang, Bukti Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi Prabowo?