Ia menambahkan, situasi saat ini diwarnai euforia Israel yang merasa berhasil menekan Iran sebagai pemasok utama Hamas di Palestina. Kondisi ini semakin mengkomplekskan posisi Indonesia jika turun langsung sebagai mediator.
Dukungan untuk Upaya Perdamaian Tetap Diberikan
Meski mengkritik rencana kunjungan langsung ke Iran, Rocky Gerung tetap menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia dalam meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya membedakan antara dinamika konflik di lapangan dengan peran diplomasi yang dapat dijalankan Indonesia.
"Ini sekali lagi kita bedakan itu, antara faktor yang terjadi di Timur Tengah dan posisi Indonesia untuk ikut di dalam proses-proses mencegah eskalasi," pungkasnya.
Kesiapan Resmi Pemerintah Indonesia
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI secara resmi menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memfasilitasi dialog antara pihak-pihak yang bertikai. Pemerintah Indonesia menegaskan kesediaan Presiden untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi, jika disetujui oleh kedua belah pihak yang berkonflik.
Langkah diplomasi aktif ini menunjukkan upaya Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menciptakan stabilitas dan keamanan global, meski mendapat berbagai pertimbangan dan kritik dari dalam negeri.
Artikel Terkait
Try Sutrisno Meninggal Dunia: Wapres ke-6 RI Wafat di RSPAD, Profil & Karier Lengkap
PMI Perkuat Sampoerna: Pilar Strategis Global, Kontribusi Rp 204,1 Triliun untuk Ekonomi Indonesia
Mahasiswa Demo Tolak Impor 105 Ribu Mobil Pikap India, Tuntut Dirut Agrinas Dicopot
Perjanjian Dagang ART Disebut Timpang, Bukti Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi Prabowo?