Negosiasi AS-Iran Gagal, Iran Sindir Harga Bensin AS dan Ancam Blokade
Perundingan maraton antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, memicu ketegangan baru dan sindiran tajam dari pejabat tinggi Iran. Kegagalan ini langsung berdampak pada pasar minyak global, dengan harga melonjak di atas $100 per barel.
Penyebab Kegagalan dan Tudingan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kedua pihak sebenarnya hampir mencapai kesepakatan awal. Namun, proses itu runtuh karena sikap AS yang dinilai "berlebihan" dan tidak realistis. Araghchi menuding Washington melakukan "maksimalisme, perubahan tuntutan, dan ancaman blokade."
"Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan dibalas dengan permusuhan," tegas Araghchi.
Sindiran Terhadap Harga Bensin AS dan Ancaman Blokade
Sindiran lebih lanjut datang dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia secara terbuka mengejek kebijakan Amerika dan memperingatkan warga AS untuk "menikmati" harga bensin saat ini, yang rata-rata mencapai $4,16 per galon.
"Dengan apa yang disebut 'blokade', Anda akan segera merindukan harga bensin 4-5 Dolar," ujar Ghalibaf.
Artikel Terkait
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon