Posisi Indonesia Dinilai Tidak Kuat untuk Jadi Penengah
Din Syamsuddin menilai pemerintah Indonesia tidak berada dalam posisi kuat untuk mengambil peran sebagai penengah dalam konflik. Pasalnya, Indonesia dinilai kurang memiliki pengaruh politik (political leverage) dan terlanjur dipersepsikan dekat dengan Amerika Serikat.
“Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus menekan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi,” ujar Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.
Pertanyaan tentang Urgensi Keikutsertaan Indonesia
Lebih jauh, Din mempertanyakan urgensi keikutsertaan Indonesia dalam BoP jika tidak memiliki keberanian untuk bersikap tegas terhadap inisiatornya.
“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya?” pungkas Din Syamsuddin, menyoroti ketegasan yang diperlukan dalam diplomasi internasional.
Artikel Terkait
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI
PDIP Tolak Anggaran Makan Bergizi Gratis Prabowo, Khawatir Dua Periode Hingga Pilpres 2029?