Posisi Indonesia Dinilai Tidak Kuat untuk Jadi Penengah
Din Syamsuddin menilai pemerintah Indonesia tidak berada dalam posisi kuat untuk mengambil peran sebagai penengah dalam konflik. Pasalnya, Indonesia dinilai kurang memiliki pengaruh politik (political leverage) dan terlanjur dipersepsikan dekat dengan Amerika Serikat.
“Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus menekan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi,” ujar Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.
Pertanyaan tentang Urgensi Keikutsertaan Indonesia
Lebih jauh, Din mempertanyakan urgensi keikutsertaan Indonesia dalam BoP jika tidak memiliki keberanian untuk bersikap tegas terhadap inisiatornya.
“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya?” pungkas Din Syamsuddin, menyoroti ketegasan yang diperlukan dalam diplomasi internasional.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019