PKS Desak Pemerintah Hindari Kenaikan Harga BBM Subsidi, Khawatirkan Daya Beli Rakyat
Multaqomedia.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar. Permintaan ini disampaikan menanggapi lonjakan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level 92 Dolar AS per barel.
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto, menegaskan bahwa langkah menaikkan harga BBM bukan solusi tepat. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi besar menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi yang lebih luas.
Dampak Kenaikan Harga BBM pada Masyarakat dan Ekonomi
Mulyanto, yang juga merupakan mantan Anggota Komisi Energi DPR RI, memaparkan bahwa kenaikan harga BBM akan berimbas pada meningkatnya biaya transportasi, logistik, harga pangan, serta biaya produksi. Rantai efek ini pada akhirnya akan membebani kehidupan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
"Kebijakan ini tentu akan menyulitkan masyarakat. Karenanya harus dihindari Pemerintah," ujar Mulyanto dalam keterangannya pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Solusi Alternatif yang Diajukan PKS untuk Jaga Stabilitas Fiskal
Alih-alih menaikkan harga BBM, PKS mendorong pemerintah untuk mencari sumber pendanaan lain dan melakukan efisiensi anggaran. Beberapa solusi konkret yang diajukan antara lain:
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia