Dia kemudian menyebutkan sejumlah indikator yang dianggap menjadi tanda keraguan sikap pemerintahan Presiden Prabowo dalam merespons konflik global.
"Tanda keraguan sikap tersebut antara lain terlambat ucapkan duka cita atas terbunuhnya Ali Khamenei, tidak berani komunikasi dengan Pimpinan tertinggi Iran untuk bebaskan kapal tanker Indonesia melewati selat Hormuz seperti yang dilakukan oleh PM Malaysia dan negara lain," urai Didu.
"Dan ketiga belum adanya ucapan duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia sebagai pasukan PBB yang diserang oleh Israel," sambungnya.
Melihat perspektif yang berkembang itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo menunjukkan sikap yang lebih tegas.
"Kami berharap agar Bapak Presiden bisa kembali berdiri tegak sebagai pemimpin negara besar Indonesia," demikian Didu menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019