Dia kemudian menyebutkan sejumlah indikator yang dianggap menjadi tanda keraguan sikap pemerintahan Presiden Prabowo dalam merespons konflik global.
"Tanda keraguan sikap tersebut antara lain terlambat ucapkan duka cita atas terbunuhnya Ali Khamenei, tidak berani komunikasi dengan Pimpinan tertinggi Iran untuk bebaskan kapal tanker Indonesia melewati selat Hormuz seperti yang dilakukan oleh PM Malaysia dan negara lain," urai Didu.
"Dan ketiga belum adanya ucapan duka cita atas gugurnya prajurit Indonesia sebagai pasukan PBB yang diserang oleh Israel," sambungnya.
Melihat perspektif yang berkembang itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo menunjukkan sikap yang lebih tegas.
"Kami berharap agar Bapak Presiden bisa kembali berdiri tegak sebagai pemimpin negara besar Indonesia," demikian Didu menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Iran Tuduh Indonesia Pro-AS: Dampak Penahanan Kapal Pertamina & Solusi Diplomatik
BMI Investigasi Aktor Intelektual & Pendana Kanal YouTube Tuduh AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Beberkan 3 Masalah Besar Rismon Usai Restorative Justice Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil Tak Pernah Masak Soal Imbauan Matikan Kompor Gas