"Saya mengetahui ia perwira yang cerdas dan punya kapasitas intelektual baik. Yang menarik justru kerendahan hatinya. Ia menunjukkan kemampuan terus belajar dengan mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, termasuk dari saya yang pernah menduduki berbagai jabatan," jelas Hendropriyono.
Bagi mantan Kepala BIN ini, sikap bertanya yang mendalam itu merupakan cerminan sikap intelektual yang sehat, yang memungkinkan Teddy mendapatkan pengetahuan langsung dari praktik, bukan hanya teori.
Kombinasi Lengkap untuk Pemimpin Masa Depan
Lebih lanjut, Hendropriyono melihat Teddy sebagai figur pemuda yang memiliki kombinasi relatif lengkap: semangat, disiplin, kemampuan berinteraksi sosial, serta kesiapan untuk bekerja di bawah tekanan.
Ia menilai, posisi Teddy saat ini sebagai Seskab sudah tepat untuk mempelajari langsung praktik pemerintahan dan dinamika politik tingkat tinggi. Pengalaman ini, jika disertai dengan integritas dan kemauan belajar yang terus-menerus, akan menjadi modal penting bagi pembentukan kepemimpinan di masa depan.
Dalam pandangan akhirnya, Hendropriyono menyatakan bahwa Teddy Indra Wijaya bukan sekadar pejabat muda, tetapi juga bagian dari harapan berkelanjutan bagi kualitas kepemimpinan Indonesia. Sebuah kepemimpinan yang berakar pada etika, terbuka terhadap pembelajaran, dan mampu menjembatani pengalaman masa lalu dengan tantangan masa kini.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq