"Saya mengetahui ia perwira yang cerdas dan punya kapasitas intelektual baik. Yang menarik justru kerendahan hatinya. Ia menunjukkan kemampuan terus belajar dengan mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, termasuk dari saya yang pernah menduduki berbagai jabatan," jelas Hendropriyono.
Bagi mantan Kepala BIN ini, sikap bertanya yang mendalam itu merupakan cerminan sikap intelektual yang sehat, yang memungkinkan Teddy mendapatkan pengetahuan langsung dari praktik, bukan hanya teori.
Kombinasi Lengkap untuk Pemimpin Masa Depan
Lebih lanjut, Hendropriyono melihat Teddy sebagai figur pemuda yang memiliki kombinasi relatif lengkap: semangat, disiplin, kemampuan berinteraksi sosial, serta kesiapan untuk bekerja di bawah tekanan.
Ia menilai, posisi Teddy saat ini sebagai Seskab sudah tepat untuk mempelajari langsung praktik pemerintahan dan dinamika politik tingkat tinggi. Pengalaman ini, jika disertai dengan integritas dan kemauan belajar yang terus-menerus, akan menjadi modal penting bagi pembentukan kepemimpinan di masa depan.
Dalam pandangan akhirnya, Hendropriyono menyatakan bahwa Teddy Indra Wijaya bukan sekadar pejabat muda, tetapi juga bagian dari harapan berkelanjutan bagi kualitas kepemimpinan Indonesia. Sebuah kepemimpinan yang berakar pada etika, terbuka terhadap pembelajaran, dan mampu menjembatani pengalaman masa lalu dengan tantangan masa kini.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia