Sebelumnya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa polemik terkait ijazah Presiden Jokowi harus segera dihentikan karena dinilai merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat.
"Saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja, supaya ini, habis waktu kita," ujar JK.
Polemik Berlarut Picu Perpecahan dan Kerugian
JK menyoroti bahwa polemik ini telah berlangsung selama dua hingga tiga tahun. Menurutnya, situasi ini tidak hanya meresahkan tetapi juga menimbulkan kerugian waktu, biaya, dan berpotensi memecah belah masyarakat.
"Kasus ini kan sudah 2 tahun, 3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis... dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu," pungkas JK.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia