Abai Terhadap Pembenahan Tata Kelola SPPG
Lucy Kurniasari menilai fokus BGN yang berlebihan pada pengadaan barang justru mengabaikan persoalan mendasar, yaitu tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Faktanya, hingga saat ini masih banyak SPPG yang belum memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan manajemen operasional. Penutupan sementara ribuan SPPG disebut menjadi bukti nyata bahwa tata kelolanya masih bermasalah.
"Belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastrukturnya belum standar. Hal ini diduga kuat menjadi penyebab banyaknya kasus keracunan pada penerima manfaat MBG," tegas Lucy.
Desakan untuk Prioritaskan Kualitas Program MBG
Atas temuan ini, Lucy Kurniasari mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera mengalihkan fokus dan memprioritaskan pembenahan menyeluruh terhadap SPPG. Tujuannya untuk memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan dalam program MBG benar-benar terpenuhi bagi masyarakat.
"Jangan sampai BGN menjadi 'Petruk dadi ratu' yang justru menggagalkan program MBG yang mulia ini. Hal itu tentu tak boleh terjadi," pungkas Lucy Kurniasari.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia