Pernyataan Kontroversial dalam Rapat Komisi III
Puncak kontroversi terjadi saat Rapat Komisi III DPR dengan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto pada Selasa, 7 April 2026. Dalam kesempatan itu, Habib Aboe menyatakan:
"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuannya banyak, bukan dikit."
Pernyataan ini dinilai banyak pihak sebagai tuduhan serius dan merendahkan yang menyasar komunitas religius di Madura, yang dikenal kuat memegang prinsip keagamaan.
Proses Hukum dan Tanggapan Publik Menanti
Kasus ini kini memasuki babak baru dengan dua proses hukum yang dihadapi Habib Aboe: proses etik di MKD DPR dan proses pidana yang akan dilaporkan ke polisi. Masyarakat dan publik menanti bagaimana politikus PKS ini mempertanggungjawabkan ucapannya serta bukti yang mendasari tuduhan tersebut.
Perkembangan kasus ini diprediksi akan terus menjadi perhatian, mengingat sensitivitas isu yang menyangkut martabat daerah, lembaga keagamaan, dan etika seorang anggota dewan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia