"Dendam pribadi apakah saling kenal," tulis pemilik akun @r.mas_aji. Komentar serupa datang dari akun @he.ru6014 yang menyoroti, "kalo dendam pribadi berarti saling kenal donk."
Kerentanan alasan ini juga dikritik oleh akun @thechopperabiz yang menyebutnya sebagai drama yang dikarang-karang. Sementara itu, akun @anggasetiawan04 dengan tegas menyatakan, "Anak TK pun tidak akan percaya."
Tudingan Upaya Penutupan Fakta
Keraguan publik bahkan berkembang menjadi tudingan bahwa kesaksian para pelaku mungkin merupakan upaya untuk menutupi motif atau aktor intelektual lain di balik serangan tersebut. Akun @radenaryo, misalnya, berkomentar, "Drama apalagi ini .. demi melindungi…" yang disertai emoticon tengkorak, mengisyaratkan adanya hal yang disembunyikan.
Komentar-komentar ini merefleksikan ketidakpuasan dan keinginan publik untuk mendapatkan kejelasan yang lebih masuk akal dan transparan mengenai latar belakang kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis HAM tersebut.
Dengan sidang perdana yang akan segera digelar, publik menanti proses peradilan militer yang dapat mengungkap kebenaran faktual dan memberikan keadilan bagi korban, serta menjawab segala tanda tanya yang masih membayangi kasus ini.
Artikel Terkait
Habib Rizieq Bantah FPI Cooling Down: Lagi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Respons Golkar & Isu Bahlil Jadi Menko
Pangi Syarwi Sindir Teddy Soal Inflasi Pengamat: Saya 17 Tahun Jadi Pengamat
Habib Aboe PKS Dipanggil MKD DPR: Tudingan Ulama Madura Terlibat Narkoba Berujung Proses Hukum