Kebijakan Bahlil Naikkan BBM & LPG Dinilai Berbahaya bagi Pemerintahan Prabowo
Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG nonsubsidi mendapat sorotan tajam. Analis politik menilai kebijakan ini berpotensi membahayakan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dampak Langsung ke Rakyat dan Industri
Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menilai Bahlil tidak memerhatikan dampak kebijakan energi ini bagi rakyat Indonesia. Meski LPG nonsubsidi ditujukan untuk industri, kenaikan harganya berpotensi memicu kenaikan harga produk turunan, seperti makanan dan minuman.
"Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan sektor energi langsung dirasakan semua lapisan masyarakat," ujar Hasyibulloh di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia