Isu Inkonsistensi dan Kepercayaan Publik
Hasyibulloh juga menyoroti inkonsistensi Bahlil. Sebelumnya, Menteri ESDM disebut menyatakan tidak akan ada kenaikan harga BBM maupun LPG. Kenaikan harga yang dilakukan secara tiba-tiba ini dinilai berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan baru.
"Jangan hanya manis di depan secara komunikasi politik, tapi pahit di belakang yang berbeda saat eksekusi kebijakan publik," tegas Hasyibulloh.
Potensi Risiko Politik bagi Prabowo
Analisis ini menyimpulkan bahwa kebijakan populistik di awal pemerintahan sangat krusial. Kenaikan harga komoditas energi, meski nonsubsidi, dapat ditafsirkan sebagai pengingkaran janji dan berimbas pada penurunan dukungan politik. Pemerintahan Prabowo diimbau untuk lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan yang berdampak luas pada harga dan daya beli masyarakat.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq