Isu Inkonsistensi dan Kepercayaan Publik
Hasyibulloh juga menyoroti inkonsistensi Bahlil. Sebelumnya, Menteri ESDM disebut menyatakan tidak akan ada kenaikan harga BBM maupun LPG. Kenaikan harga yang dilakukan secara tiba-tiba ini dinilai berisiko menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan baru.
"Jangan hanya manis di depan secara komunikasi politik, tapi pahit di belakang yang berbeda saat eksekusi kebijakan publik," tegas Hasyibulloh.
Potensi Risiko Politik bagi Prabowo
Analisis ini menyimpulkan bahwa kebijakan populistik di awal pemerintahan sangat krusial. Kenaikan harga komoditas energi, meski nonsubsidi, dapat ditafsirkan sebagai pengingkaran janji dan berimbas pada penurunan dukungan politik. Pemerintahan Prabowo diimbau untuk lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan yang berdampak luas pada harga dan daya beli masyarakat.
Artikel Terkait
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi & Digitalisasi Bansos di Istana
Analisis Sentilan JK ke Jokowi: Beban Sejarah & Akar Kekecewaan Politik Terungkap
JK Beri Sinyal ke Jokowi untuk Tertibkan Termul? Analisis Lengkap & Terkini
Kontroversi Kebijakan ESDM Bahlil Lahadalia: Kenaikan BBM & Elpiji Picu Sorotan Publik