Pegiat media sosial Ade Armando resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini diambil untuk menjaga partai agar tidak terus terseret dalam polemik dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).
Ade menegaskan bahwa tidak ada konflik internal antara dirinya dengan PSI. Langkah mundur ini murni diambil demi kebaikan bersama dan kelangsungan partai ke depannya.
"Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," ujar Ade di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Menurut Ade, keputusan politik ini ditempuh agar PSI tidak terus dikaitkan dengan kontroversi yang kerap menimpanya, termasuk kasus hukum yang melibatkan dirinya dengan Jusuf Kalla. Ade merupakan salah satu pihak yang dilaporkan karena menyebarkan potongan video ceramah JK.
"Selama ini saya terlalu sering jadi sasaran tembak akibat ucapan saya, komentar saya, kritik saya terhadap berbagai pihak. Dan kali ini yang tadi dikatakan adalah terkait dengan adanya pelaporan dari pihak-pihak yang menganggap, misalnya saja, saya sengaja menghasut, memprovokasi, atau bahkan ada tuduhan saya memfitnah Pak JK dan seterusnya," jelasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia