Ade mengaku tidak keberatan jika dirinya menjadi satu-satunya sasaran pelaporan. Ia siap menghadapi proses hukum yang berjalan.
"Seandainya itu memang hanya yang jadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, menurut saya ya saya tidak keberatan, saya akan hadapi. Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya," tegasnya.
Ade juga menegaskan bahwa setiap kritik dan pendapat yang disampaikannya adalah pernyataan pribadi, tidak mewakili sikap resmi PSI. Ia menyayangkan adanya pihak yang berusaha menyudutkan partai atas ulah pribadinya.
"Menurut saya ini tidak sehat. Karena saya yang melakukannya, ya saya sendirilah yang harus bertanggung jawab atas itu. Saya percaya pada teman-teman PSI akan terus memperjuangkan keberagaman, pluralisme, antikorupsi. Sesuatu yang dulu membuat saya merasa perlu bergabung dengan PSI," pungkas Ade.
Sebelumnya, sebanyak 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Sekretaris Dewan PSI Grace Natalie, dan kreator konten Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan ini terkait polemik unggahan potongan video ceramah JK tentang mati syahid.
Artikel Terkait
Mantan Hakim MK Arief Hidayat: Jawaban Mengejutkan Hakim Skandinavia soal Ateis, Korupsi, dan Religiusitas Indonesia
Rocky Gerung Sebut Jokowi Londo Ireng: Pengkhianat Konstitusi yang Picu Dendam Politik Megawati
Amien Rais Sebut Kubu Jokowi Bergerak Diam-diam untuk Gulingkan Prabowo, Ini Buktinya
Amien Rais Peringatkan Prabowo: Jangan Kementus Seperti Trump, Bisa Ditinggal Rakyat