Ade mengaku tidak keberatan jika dirinya menjadi satu-satunya sasaran pelaporan. Ia siap menghadapi proses hukum yang berjalan.
"Seandainya itu memang hanya yang jadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, menurut saya ya saya tidak keberatan, saya akan hadapi. Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya," tegasnya.
Ade juga menegaskan bahwa setiap kritik dan pendapat yang disampaikannya adalah pernyataan pribadi, tidak mewakili sikap resmi PSI. Ia menyayangkan adanya pihak yang berusaha menyudutkan partai atas ulah pribadinya.
"Menurut saya ini tidak sehat. Karena saya yang melakukannya, ya saya sendirilah yang harus bertanggung jawab atas itu. Saya percaya pada teman-teman PSI akan terus memperjuangkan keberagaman, pluralisme, antikorupsi. Sesuatu yang dulu membuat saya merasa perlu bergabung dengan PSI," pungkas Ade.
Sebelumnya, sebanyak 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Sekretaris Dewan PSI Grace Natalie, dan kreator konten Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan ini terkait polemik unggahan potongan video ceramah JK tentang mati syahid.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia