MULT AQOMEDIA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya agenda pembangunan, melainkan persoalan fundamental yang menyangkut hidup dan mati sebuah bangsa. Dalam pernyataannya di Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin, 18 Mei 2026, Prabowo menekankan bahwa mandatnya sebagai presiden mewajibkan dirinya untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.
"Saya sebagai Presiden, mandataris rakyat. Saya yang disumpah. Saya bertanggung jawab kalau bangsa ini lapar. Tidak akan ada orang lain yang akan dihujat," tegas Prabowo.
Menurut Presiden, pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat dari tingkat desa. Langkah ini dinilai mampu memutus berbagai persoalan klasik seperti jerat tengkulak, lemahnya distribusi hasil panen, keterbatasan fasilitas penyimpanan, hingga akses pembiayaan yang selama ini menghambat kemajuan masyarakat kecil.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia