Kritik Objektif dari Menteri Pigai
Menteri Pigai mengaku tidak mempermasalahkan kritik dari media massa. Ia merasa kritik yang disalurkan selama ini sudah berjalan secara objektif. Pigai mengklaim bahwa ada penelitian yang menunjukkan sebagian besar isi media didominasi oleh konten negatif dan subjektif, sebuah kondisi yang membuatnya prihatin.
"Hasil penelitian berbagai penelitian di seluruh dunia telah menyatakan bahwa hampir 80 persen konten, isi media didominasi oleh pemberitaan negatif. Hampir juga lebih dari 50 persen media didominasi oleh berita-berita subjektif," kata Pigai.
Ia mengamati bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya dapat disalahkan kepada media, apalagi sebagian media dimiliki oleh korporasi tertentu. Namun, Pigai menegaskan pentingnya integritas pekerja media dalam menjaga kualitas pemberitaan.
"Kami membutuhkan integritas kalau tanpa media tidak mungkin dunia ini berwarna. Tanpa media tidak mungkin bisa ada check and balance system terhadap kekuasaan," ujar Pigai.
Pigai memandang media memiliki posisi penting sebagai pengawas pembangunan sekaligus penyampai kritik terhadap pemerintah. Namun, menurutnya, kritik yang disampaikan harus bersifat objektif dan konstruktif.
"Media harus mampu memberi kritik yang objektif. Subjektif tidak apa-apa, tapi tidak boleh sebagaimana hasil penelitian yang lebih dari 80 persen kontennya adalah konten negatif atau konten buruk," ucap Pigai.
Selain itu, Pigai menilai dunia jurnalistik selama ini cenderung diwarnai adagium "bad news is good news" atau berita buruk dianggap lebih menarik perhatian publik. Pandangan tersebut tidak disepakati oleh Pigai.
"Sudah terdoktrin di mana-mana. Kalau berita negatif itulah pasti banyak orang akan baca. Kalau berita yang tidak baik itulah pasti banyak orang yang bisa baca," ucap Pigai.
Artikel Terkait
Rahasia Pertemuan Jokowi dan Prabowo: Hidangan Bebek dan Soto Bermuatan Filosofi Politik agar Manut
Intimidasi Aktivis dan Pembubaran Diskusi: Bukti Kembalinya Pola Orde Baru di Era Reformasi
Polri Warisan Masalah Jokowi ke Prabowo: Amien Rais Sebut Polisi Jadi Partai Cokelat
Penyebab Rupiah Melemah: Pengamat Ungkap Faktor Internal yang Lebih Dominan dari Geopolitik